<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Your viewpoint on my viewpoint</title>
	<atom:link href="http://mauberedigitalarmy.wordpress.com/2006/07/21/your-viewpoint-on-my-viewpoint-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mauberedigitalarmy.wordpress.com/2006/07/21/your-viewpoint-on-my-viewpoint-2/</link>
	<description>a última bala é minha victória</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 May 2009 02:35:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Robin dos santos</title>
		<link>http://mauberedigitalarmy.wordpress.com/2006/07/21/your-viewpoint-on-my-viewpoint-2/#comment-1306</link>
		<dc:creator>Robin dos santos</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2007 17:28:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://mauberedigitalarmy.wordpress.com/2006/07/21/your-viewpoint-on-my-viewpoint-2/#comment-1306</guid>
		<description>Coki alias Rahun, tulisanmu tetap bagus aku senang membacanya, aku tahu masalah Timor leste sangat komples tidak dilihat dari satu sisi saja tetapi dari banyak sisi. Aku secara pribadi tetap Fretilin apapun yang terjadi di masa-masa yang akan datang dan hal itu adalah satu kosekuensi.
aku pernah ditanya sama teman bahwa jika aku ikut politik Alkatiri berarti aku dicap sebagai seorang komunis yang tidak percaya pada Tuhan, aku menjawab bahwa komunis adalah ideologi partai yang memperjuangkan kaum miskin dan masalah Tuhan adalah masalah pbibadi. aku ingin bertanya kepada bung, bagaimana menurutmu tentang masa depan Timor leste? dan bagaimana politik Xanana yang dulu dan sekarang? jawab ke emailku aja Bung. Kapan ada waktu bung untuk bertemu, soale aku bln Agustus tgl 25 udah ke Melbourne.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Coki alias Rahun, tulisanmu tetap bagus aku senang membacanya, aku tahu masalah Timor leste sangat komples tidak dilihat dari satu sisi saja tetapi dari banyak sisi. Aku secara pribadi tetap Fretilin apapun yang terjadi di masa-masa yang akan datang dan hal itu adalah satu kosekuensi.<br />
aku pernah ditanya sama teman bahwa jika aku ikut politik Alkatiri berarti aku dicap sebagai seorang komunis yang tidak percaya pada Tuhan, aku menjawab bahwa komunis adalah ideologi partai yang memperjuangkan kaum miskin dan masalah Tuhan adalah masalah pbibadi. aku ingin bertanya kepada bung, bagaimana menurutmu tentang masa depan Timor leste? dan bagaimana politik Xanana yang dulu dan sekarang? jawab ke emailku aja Bung. Kapan ada waktu bung untuk bertemu, soale aku bln Agustus tgl 25 udah ke Melbourne.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ze'sopol</title>
		<link>http://mauberedigitalarmy.wordpress.com/2006/07/21/your-viewpoint-on-my-viewpoint-2/#comment-1302</link>
		<dc:creator>ze'sopol</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2007 05:01:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://mauberedigitalarmy.wordpress.com/2006/07/21/your-viewpoint-on-my-viewpoint-2/#comment-1302</guid>
		<description>Kapan loe balik ke Dili? Akan ke pernikahannya Riyong nggak?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kapan loe balik ke Dili? Akan ke pernikahannya Riyong nggak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ze'sopol</title>
		<link>http://mauberedigitalarmy.wordpress.com/2006/07/21/your-viewpoint-on-my-viewpoint-2/#comment-1301</link>
		<dc:creator>ze'sopol</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2007 05:00:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://mauberedigitalarmy.wordpress.com/2006/07/21/your-viewpoint-on-my-viewpoint-2/#comment-1301</guid>
		<description>tulisan yang bagus cok.., a luta continua!
Ze&#039;sopol</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tulisan yang bagus cok.., a luta continua!<br />
Ze&#8217;sopol</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ato'o</title>
		<link>http://mauberedigitalarmy.wordpress.com/2006/07/21/your-viewpoint-on-my-viewpoint-2/#comment-24</link>
		<dc:creator>Ato'o</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Aug 2006 22:31:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://mauberedigitalarmy.wordpress.com/2006/07/21/your-viewpoint-on-my-viewpoint-2/#comment-24</guid>
		<description>KANAN VERSUS KANAN : RAKYAT TAK BERPENDIDIKAN POLITIK
Posted by Pusat Study dan Pengkajian Masalah Social Timor Leste on Aug 6, 2006, 22:44
   
 
 

Menarik untuk dikaji lebih mendalam konflik yang berkembang, terjadi di Timor Leste dan cukup dalam membuat rakyat miskin Timor Leste hidup sengsara dengan nasib politik dan ekonomi tak menentu. 

Konflik yang sehrusnya tidak terjadi, jika semua petinggi negeri ini lebih mengutamakan interest rakyat dari pada interest mereka akan kekuasaan, telah menyebabkan ratusan Ribu orang kehilangan rumah, barang kepemilikan serta pekerjaan dan kini hidup terlunta-lunta di dalam tenda yang disediakan oleh UNHCR. 

Konflik yang dicetuskan pada awalnya lewat issu etnik “Loro sae Loron Monu” yang sesungguhnya tidak terdapat dan tidak berlembaga di negeri ini, telah menjadi sedemikian besar dan dengan dampak yang cukup luas serta telah menghancurkan seluruh tatanam kehidupan bertetangga yang baik yang ada selama ini antar orang Timor Leste dari berbagai suku ras dan agama.

Disayangkan, seribu kali disayangkan! Tapi telah terjadi!

Adalah sebuah fakta, dan juga adalah sebuah ironis, tapi demikianlah hukum sejarah dan hukum revolusi. Jika kita melihat spanduk-spanduk yang dipamerkan selama demonstrasi, kita dapat tertawa, atau “stress” berat ketika kita membaca kata-kata seperti; VIVA KAPITALIS, TURUNKAN KOMUNISTA. Terbaca jelas di sebuah spanduk besar kata-kata ini. Nah! Pertanyaan kita apakah sebodoh ini kaum politisi Timor Leste, ataukah orang yang menulis spanduk ini tahu apa yang dia inginkan dengan menurunkan spanduk yang demikian itu?

Pertanyaan ini bisa dijawab dengan kata ya dan tidak! Ya sebab para pengerak demonstrasi tersebut berupaya mencetak warna ALKATIRI sebagai orang Komunis yang memerintah negeri ini. Tidak , sebab yang membawa spanduk itu sama sekali tidak tahu menahu tentang perihal kapitalis atau komunis. 
Berbagai kebijakan politik dan ekonomi, bukan komunis atau sama sekali tidak bercorak kiri, telah menyebabkan para pemuda-pemudi itu menjadi keterasingan dan korban dan hidup dalam kelas social yang paling asing.

Baiklah, dalam tulisan ini kami akan tinggalkan jawaban kedua untuk melangkah melihat dan menganalisa fakta apakah Alkatiri sesungguhnya merupakan seorang Komunis sehingga tidak disukai oleh para tetangga dan yang kemudian berusaha mendekati beberapa politisi Timor Leste untuk segera menyebarluaskan kebencian terhadap ALKATIRI.

Umum diketahui bahwa syarat minimum untuk seseorang atau gerakan dicap KOMUNIS bila empat sistim yang dianutnya mengarah kesana atau sesuai dengan MANIFESTO KOMUNIS yang ditulis KARL MARX DAN ENGGELS. Keempat sistim itu adalah: Sistim Social, Sistim Kultural, Sistim Ekonomi dan sistim Politik. Sekiranya kita mau berangkat dari analisa atas ke empat sistim ini, maka kita dapat berkesimpulan bahwa ALKATIRI, PEMERINTAHNYA DAN PARTAI FRETILIN yang ia pimimpim sama sekali tidak menampakan warna atau darah komunis. Sebab sistim Social yang ada di Timor Leste adalah sistim social berdasarkan adanya kaum miskin dan kaum kaya. Tidak terdapat kebijakan pemerintah Alkatiri untuk mengapuskan kelas social. Lebih parah lagi, pemerintah ALKATIRI lebih bertendisis melahirkan kaum kaya lewat sistim KKN atau kroni. Umum diketahui bahwa pemerintah ALKATIRI lewat beberapa pejabat seniornya cenderung memfasilitasi korni-kroninya.

Jika dilihat dari sistim ekonomi yang diterapkan di Timor Leste, kita dapat berkeyakinan bahwa ALKATIRI bukanlah seorang Komunis dan Partai FRETILIN yang ia pimpin lebih bukan komunis lagi. Sistim ekonomi di Timor Leste lebih cenderung ke arah privatisasi. Selama Alkatiri berkuasa tidak pernah ada atau terdengar Pemerintahnya mau nasionalisasikan perusahan swasta atau terlihat kebijakan land reform yang cenderung kiri. Semua ini tidak ada! Dari perspektif dan praktek kebijakan ekonomi, Pemerintah Alkatiri telah melahirkan jurang yang besar antara miskin dan kaya. Sektor pertanian ditinggalkan sehingga perdagangan dan kaum swadagar menguasai negeri ini. Para petani telah menjadi sangat miskin dan anehnya serta ironisnya petani-petani ini yang dimanfaatkan kelompok tertentu untuk membawa SPANDUK BESAR : VIVA KAPITALIS, TURUNKAN KOMUNISTA!

Sektor-sektor Publik seperti Listrik, telepon, transportasi darat dan udara telah dikuasai swasta asing. Dengan keadaan yang demikian itu, apakah ALKATIRI adalah komunis!? Pengadaan barang untuk keperluan pemerintah pun ditanganiswasta , bukan sektor publik atau kooperasi. Dengan demikain itu apakah ALKATIRI adalah Komunis?

Sementara dari aspek politik atau sistim politik, Pemerintah ALKATIRI tidak mengedepankan gagasan atau praktek mono PARTAI. Di Timor Leste di bawah pemerintah ALKATIRI ada banyak Partai Politik. Dari aspek organisasi politik Rakyat Alkatiri dan Partai FRETILIN yang ia pimpin sama sekali tidak mengorganisir rakyat dalam model-model gerakan kiri. Fretilin cenderung menjadi Partai kaum Elite yang sewaktu-waktu bias mengerak rakyat untuk membela kepentingan Partai tampa memperhatikan kepentingan rakyat yang diwakilinya. FRETILIN dibawa pimpinan ALKATIRI telah cerai dengan kekuatan rakyat. Rakyat tidak diorganisir FRETILIN dan para pimpinan FRETILIN hidup dengan gaya burjuasi kecil.

Dari aspek atau sistim cultural ALKATIRI adalah seorang MUSLIM taat agama; anggota-anggota FRETILIN serta anggota Kabinet Pemerintahnya semuanya beragama dan taat agama. Tidak ada kebijakan ALKATIRI atau Partainya yang cenderung melawan agama atau kultur Rakyat Timor Leste. RTTL ( televisi dan radio) milik Negara lebih sering menayangkan acara-acara agama ketimbang acara-acar pendidikan politik rakyat.

Berangkat dari analisa tadi, maka penulis berpendapat bahwa ALKATIRI, PARTAI FRETILIN YANG IA PIMPIN SERTA PEMERINTAHNYA bukanlah KOMUNIS! Bukanlah Kiri! Bukanlah Socialis!

Lalu kenapa ALKATIRI begitu dibenci dan dimusuhi?

Jawabannya sederhana : POWER STRUGGLING antara Politisi Negeri ini, Beberapa Partai dan pemimpinnya takut pemilihan karena yakin tidak akan mampu mengalahkan FRETILIN. Variabel ini bisa dilihat dari hasil pemilihan Lokal yang baru lalu dimana FRETILIN memenangkan hampir 80% dari total kursi yang ditawarkan untuk pemerintah local tingkat Suco dan Aldeia. Dilihat dari hasil pemilihan local maka sudah dapat diduga bahwa FRETILIN akan tetap menguasai negeri ini sampai batas mana rakyat telah berkesadaran politik penuh untuk memilih Partai berdasarkan program politik, ideology dan bukan berdasarkan sebuah sejarah fiktif suatu gerakan atau Partai politik.

Berbasis dari factor-faktor tersebut dan ditambah lagi dengan kepentingan negara-negara tetangga akan minyak, maka dibentuklah ALKATIRI SEBAGAI SEORANG KOMUNIS. Orang-orang ini yakin dengan issu Komunis bisa mengerak Rakyat untuk melawan ALKATIRI dan menghancurkan FRETILIN pada pemilihan umum mendatang.

Selain dari factor tadi ada beberapa factor juga ikut membentuk kebencian orang terhadap ALKATIRI, yakni Gaya Kepemimpinan ALKATIRI, Sikap ALKATIRI yang konfrontatif dengan semua orang, Arogansi ALKATIRI dan lain sebagainya.

Dari uraian tersebut diatas, kiranya jelas untuk gambarkan bahwa ALKATIRI, FRETILIN sama-sama bukan lambang dari sebuah gerakan kiri di Timor Leste yang dimusuhi dan telah dijatuhkan dengan kekuatan sekumpulan masa. ALKATIRI jatuh karena tidak disukai oleh beberapa petinggi negeri, Alkatiri jatuh dan jika FRETILIN tidak mampu mununjuk seorang Perdana Menteri dari Partai FRETILIN untuk membentuk pemerintah baru, maka diharapkan FRETILIN akan ikut hancur popularitasnya pada pemilihan umum mendatang

Inilah target mereka! Semua Kanan! Kanan melawan Kanan karena kursi Perdana Menteri di negeri ini hanya satu bukan seribu!

Setelah Alkatiri turun dari taktahnya,muncul berbagai spekulasi,yakni siapa pengganti ALKATIRI. Para pemimpin demonstran, (baca Suara Timor Loro sae, tgl. 8 dan 9 Juli 2006) menjagokan MARIO VIEGAS CARRASCALAO, pimpinan Partai Social Demokrat, dan mengatakan Horta sudah tidak dipercaya rakyat lagi. Para demonstran lupa bahwa antara suara rakyat dan kepentingan “ luar” terdapat ketidak seimbangan. Rakyat yang diwakilinya untuk jatuhkan ALKATIRI pasti dikalahkan, walaupun ada pernyataan dari politikus tertentu bahwa :“ jika harus mengadakan kompromi saya akan kompromi dengan Rakyat bukan dengan kelompok atau elit/individu”.
Pernyataan bahwa Kongggres FRETILIN yang baru lalu tidak sah, tidak legitim karena diadakan secara melawan konstitusi (pemungutan suara lewat sistim atau cara angkat tanggan), diabaikan sambil maju ke meja perundingan dengan pimpinan FRETILIN hasil konggres yang tadinya dipertanyakan untuk kemudian melantik Perdana Menteri. Dari pertemuan dan perundingan ini maka HORTA meluncurlah sebagai Perdana Menteri pengganti ALKATIRI. Telah terjadi KOMPROMI antar elit politik! Para Partai oposisi kebakaran jengkot dan kembali mengkritik!

Kebijakan HORTA yang diumumkan lewat pidato politiknya menunjukkan bahwa tidak ada perubahan substantif dalam kebijakan politiknya nanti. Kebijakan mendekatkan diri dengan Bank Dunia, IMF telah menjadi suatu ciri nyata tertentu. Janji-janji pembangunan perumahan, kota akademik, distribusi sepeda motor kepada kepala suco merupakan politik HORTA dan merupakan pula sebuah harapan kosong. Tidak nampak suatu kebijakan ekonomi yang mampu membawa rakyat Timor Leste keluar dari kemelaratan.

ALKATIRI jatuh, tapi Pemerintah yang HORTA pimpin adalah pemerintah FRETILIN seperti ditegaskan Presiden FRETILIN, Lu Olo. Kata Lu Olo, “ Horta harus setiap minggu ketemu dengan Presiden dan Sekjen FRETILIN, serta setiap bulan dengan Komisi Politik Nasional FRETILIN”. Horta dalam beberapa statmentnya menampakan bahwa ia semakin jauh dari partai-partai oposisi. Horta berharap akan menjadi Perdana Menteri lagi pada pemilih mendatang jika ia didukung FRETILIN.

Siapa yang menang, siapa yang kalah? Rakyat yang sekali lagi dikalahkan!

TMT</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KANAN VERSUS KANAN : RAKYAT TAK BERPENDIDIKAN POLITIK<br />
Posted by Pusat Study dan Pengkajian Masalah Social Timor Leste on Aug 6, 2006, 22:44</p>
<p>Menarik untuk dikaji lebih mendalam konflik yang berkembang, terjadi di Timor Leste dan cukup dalam membuat rakyat miskin Timor Leste hidup sengsara dengan nasib politik dan ekonomi tak menentu. </p>
<p>Konflik yang sehrusnya tidak terjadi, jika semua petinggi negeri ini lebih mengutamakan interest rakyat dari pada interest mereka akan kekuasaan, telah menyebabkan ratusan Ribu orang kehilangan rumah, barang kepemilikan serta pekerjaan dan kini hidup terlunta-lunta di dalam tenda yang disediakan oleh UNHCR. </p>
<p>Konflik yang dicetuskan pada awalnya lewat issu etnik “Loro sae Loron Monu” yang sesungguhnya tidak terdapat dan tidak berlembaga di negeri ini, telah menjadi sedemikian besar dan dengan dampak yang cukup luas serta telah menghancurkan seluruh tatanam kehidupan bertetangga yang baik yang ada selama ini antar orang Timor Leste dari berbagai suku ras dan agama.</p>
<p>Disayangkan, seribu kali disayangkan! Tapi telah terjadi!</p>
<p>Adalah sebuah fakta, dan juga adalah sebuah ironis, tapi demikianlah hukum sejarah dan hukum revolusi. Jika kita melihat spanduk-spanduk yang dipamerkan selama demonstrasi, kita dapat tertawa, atau “stress” berat ketika kita membaca kata-kata seperti; VIVA KAPITALIS, TURUNKAN KOMUNISTA. Terbaca jelas di sebuah spanduk besar kata-kata ini. Nah! Pertanyaan kita apakah sebodoh ini kaum politisi Timor Leste, ataukah orang yang menulis spanduk ini tahu apa yang dia inginkan dengan menurunkan spanduk yang demikian itu?</p>
<p>Pertanyaan ini bisa dijawab dengan kata ya dan tidak! Ya sebab para pengerak demonstrasi tersebut berupaya mencetak warna ALKATIRI sebagai orang Komunis yang memerintah negeri ini. Tidak , sebab yang membawa spanduk itu sama sekali tidak tahu menahu tentang perihal kapitalis atau komunis.<br />
Berbagai kebijakan politik dan ekonomi, bukan komunis atau sama sekali tidak bercorak kiri, telah menyebabkan para pemuda-pemudi itu menjadi keterasingan dan korban dan hidup dalam kelas social yang paling asing.</p>
<p>Baiklah, dalam tulisan ini kami akan tinggalkan jawaban kedua untuk melangkah melihat dan menganalisa fakta apakah Alkatiri sesungguhnya merupakan seorang Komunis sehingga tidak disukai oleh para tetangga dan yang kemudian berusaha mendekati beberapa politisi Timor Leste untuk segera menyebarluaskan kebencian terhadap ALKATIRI.</p>
<p>Umum diketahui bahwa syarat minimum untuk seseorang atau gerakan dicap KOMUNIS bila empat sistim yang dianutnya mengarah kesana atau sesuai dengan MANIFESTO KOMUNIS yang ditulis KARL MARX DAN ENGGELS. Keempat sistim itu adalah: Sistim Social, Sistim Kultural, Sistim Ekonomi dan sistim Politik. Sekiranya kita mau berangkat dari analisa atas ke empat sistim ini, maka kita dapat berkesimpulan bahwa ALKATIRI, PEMERINTAHNYA DAN PARTAI FRETILIN yang ia pimimpim sama sekali tidak menampakan warna atau darah komunis. Sebab sistim Social yang ada di Timor Leste adalah sistim social berdasarkan adanya kaum miskin dan kaum kaya. Tidak terdapat kebijakan pemerintah Alkatiri untuk mengapuskan kelas social. Lebih parah lagi, pemerintah ALKATIRI lebih bertendisis melahirkan kaum kaya lewat sistim KKN atau kroni. Umum diketahui bahwa pemerintah ALKATIRI lewat beberapa pejabat seniornya cenderung memfasilitasi korni-kroninya.</p>
<p>Jika dilihat dari sistim ekonomi yang diterapkan di Timor Leste, kita dapat berkeyakinan bahwa ALKATIRI bukanlah seorang Komunis dan Partai FRETILIN yang ia pimpin lebih bukan komunis lagi. Sistim ekonomi di Timor Leste lebih cenderung ke arah privatisasi. Selama Alkatiri berkuasa tidak pernah ada atau terdengar Pemerintahnya mau nasionalisasikan perusahan swasta atau terlihat kebijakan land reform yang cenderung kiri. Semua ini tidak ada! Dari perspektif dan praktek kebijakan ekonomi, Pemerintah Alkatiri telah melahirkan jurang yang besar antara miskin dan kaya. Sektor pertanian ditinggalkan sehingga perdagangan dan kaum swadagar menguasai negeri ini. Para petani telah menjadi sangat miskin dan anehnya serta ironisnya petani-petani ini yang dimanfaatkan kelompok tertentu untuk membawa SPANDUK BESAR : VIVA KAPITALIS, TURUNKAN KOMUNISTA!</p>
<p>Sektor-sektor Publik seperti Listrik, telepon, transportasi darat dan udara telah dikuasai swasta asing. Dengan keadaan yang demikian itu, apakah ALKATIRI adalah komunis!? Pengadaan barang untuk keperluan pemerintah pun ditanganiswasta , bukan sektor publik atau kooperasi. Dengan demikain itu apakah ALKATIRI adalah Komunis?</p>
<p>Sementara dari aspek politik atau sistim politik, Pemerintah ALKATIRI tidak mengedepankan gagasan atau praktek mono PARTAI. Di Timor Leste di bawah pemerintah ALKATIRI ada banyak Partai Politik. Dari aspek organisasi politik Rakyat Alkatiri dan Partai FRETILIN yang ia pimpin sama sekali tidak mengorganisir rakyat dalam model-model gerakan kiri. Fretilin cenderung menjadi Partai kaum Elite yang sewaktu-waktu bias mengerak rakyat untuk membela kepentingan Partai tampa memperhatikan kepentingan rakyat yang diwakilinya. FRETILIN dibawa pimpinan ALKATIRI telah cerai dengan kekuatan rakyat. Rakyat tidak diorganisir FRETILIN dan para pimpinan FRETILIN hidup dengan gaya burjuasi kecil.</p>
<p>Dari aspek atau sistim cultural ALKATIRI adalah seorang MUSLIM taat agama; anggota-anggota FRETILIN serta anggota Kabinet Pemerintahnya semuanya beragama dan taat agama. Tidak ada kebijakan ALKATIRI atau Partainya yang cenderung melawan agama atau kultur Rakyat Timor Leste. RTTL ( televisi dan radio) milik Negara lebih sering menayangkan acara-acara agama ketimbang acara-acar pendidikan politik rakyat.</p>
<p>Berangkat dari analisa tadi, maka penulis berpendapat bahwa ALKATIRI, PARTAI FRETILIN YANG IA PIMPIN SERTA PEMERINTAHNYA bukanlah KOMUNIS! Bukanlah Kiri! Bukanlah Socialis!</p>
<p>Lalu kenapa ALKATIRI begitu dibenci dan dimusuhi?</p>
<p>Jawabannya sederhana : POWER STRUGGLING antara Politisi Negeri ini, Beberapa Partai dan pemimpinnya takut pemilihan karena yakin tidak akan mampu mengalahkan FRETILIN. Variabel ini bisa dilihat dari hasil pemilihan Lokal yang baru lalu dimana FRETILIN memenangkan hampir 80% dari total kursi yang ditawarkan untuk pemerintah local tingkat Suco dan Aldeia. Dilihat dari hasil pemilihan local maka sudah dapat diduga bahwa FRETILIN akan tetap menguasai negeri ini sampai batas mana rakyat telah berkesadaran politik penuh untuk memilih Partai berdasarkan program politik, ideology dan bukan berdasarkan sebuah sejarah fiktif suatu gerakan atau Partai politik.</p>
<p>Berbasis dari factor-faktor tersebut dan ditambah lagi dengan kepentingan negara-negara tetangga akan minyak, maka dibentuklah ALKATIRI SEBAGAI SEORANG KOMUNIS. Orang-orang ini yakin dengan issu Komunis bisa mengerak Rakyat untuk melawan ALKATIRI dan menghancurkan FRETILIN pada pemilihan umum mendatang.</p>
<p>Selain dari factor tadi ada beberapa factor juga ikut membentuk kebencian orang terhadap ALKATIRI, yakni Gaya Kepemimpinan ALKATIRI, Sikap ALKATIRI yang konfrontatif dengan semua orang, Arogansi ALKATIRI dan lain sebagainya.</p>
<p>Dari uraian tersebut diatas, kiranya jelas untuk gambarkan bahwa ALKATIRI, FRETILIN sama-sama bukan lambang dari sebuah gerakan kiri di Timor Leste yang dimusuhi dan telah dijatuhkan dengan kekuatan sekumpulan masa. ALKATIRI jatuh karena tidak disukai oleh beberapa petinggi negeri, Alkatiri jatuh dan jika FRETILIN tidak mampu mununjuk seorang Perdana Menteri dari Partai FRETILIN untuk membentuk pemerintah baru, maka diharapkan FRETILIN akan ikut hancur popularitasnya pada pemilihan umum mendatang</p>
<p>Inilah target mereka! Semua Kanan! Kanan melawan Kanan karena kursi Perdana Menteri di negeri ini hanya satu bukan seribu!</p>
<p>Setelah Alkatiri turun dari taktahnya,muncul berbagai spekulasi,yakni siapa pengganti ALKATIRI. Para pemimpin demonstran, (baca Suara Timor Loro sae, tgl. 8 dan 9 Juli 2006) menjagokan MARIO VIEGAS CARRASCALAO, pimpinan Partai Social Demokrat, dan mengatakan Horta sudah tidak dipercaya rakyat lagi. Para demonstran lupa bahwa antara suara rakyat dan kepentingan “ luar” terdapat ketidak seimbangan. Rakyat yang diwakilinya untuk jatuhkan ALKATIRI pasti dikalahkan, walaupun ada pernyataan dari politikus tertentu bahwa :“ jika harus mengadakan kompromi saya akan kompromi dengan Rakyat bukan dengan kelompok atau elit/individu”.<br />
Pernyataan bahwa Kongggres FRETILIN yang baru lalu tidak sah, tidak legitim karena diadakan secara melawan konstitusi (pemungutan suara lewat sistim atau cara angkat tanggan), diabaikan sambil maju ke meja perundingan dengan pimpinan FRETILIN hasil konggres yang tadinya dipertanyakan untuk kemudian melantik Perdana Menteri. Dari pertemuan dan perundingan ini maka HORTA meluncurlah sebagai Perdana Menteri pengganti ALKATIRI. Telah terjadi KOMPROMI antar elit politik! Para Partai oposisi kebakaran jengkot dan kembali mengkritik!</p>
<p>Kebijakan HORTA yang diumumkan lewat pidato politiknya menunjukkan bahwa tidak ada perubahan substantif dalam kebijakan politiknya nanti. Kebijakan mendekatkan diri dengan Bank Dunia, IMF telah menjadi suatu ciri nyata tertentu. Janji-janji pembangunan perumahan, kota akademik, distribusi sepeda motor kepada kepala suco merupakan politik HORTA dan merupakan pula sebuah harapan kosong. Tidak nampak suatu kebijakan ekonomi yang mampu membawa rakyat Timor Leste keluar dari kemelaratan.</p>
<p>ALKATIRI jatuh, tapi Pemerintah yang HORTA pimpin adalah pemerintah FRETILIN seperti ditegaskan Presiden FRETILIN, Lu Olo. Kata Lu Olo, “ Horta harus setiap minggu ketemu dengan Presiden dan Sekjen FRETILIN, serta setiap bulan dengan Komisi Politik Nasional FRETILIN”. Horta dalam beberapa statmentnya menampakan bahwa ia semakin jauh dari partai-partai oposisi. Horta berharap akan menjadi Perdana Menteri lagi pada pemilih mendatang jika ia didukung FRETILIN.</p>
<p>Siapa yang menang, siapa yang kalah? Rakyat yang sekali lagi dikalahkan!</p>
<p>TMT</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
