maubere digital army


‘Failed State’ dan Kebangkitan Borjuasi Timor-Leste
Mei 15, 2006, 5:30 pm
Filed under: Catatan Dari Dili

Rahung Nasution

Pada hari Rabu, 24 April 2006, dari depan Palácio das Cinzas (Istana Abu), ketika dua utusan demonstran tentara petisioner yang dipecat markas Falintil-Força de Defesa de Timor-Leste (F-FDTL) yang dipimpin oleh Letnan Satu Gastão Salsinha bertemu dengan presiden Xanana Gusmão untuk menyampaikan tuntutan mereka, Eric Campbell melaporkan pada Radio Australia: “The march began peacefully but soon turned into a violent ethnic clash as protestors attacked a market run by stallholders from the country’s eastern regions. 591 soldiers form the western regions were dismissed last month after they went AWOL (Absent Without Leave) claiming their commanders were favouring eastern soldiers.” [Barisan demonstrasi itu dimulai dengan damai tetapi segera berubah menjadi bentrokan etnik yang keras ketika para pemrotes menyerang satu pasar yang para penjualnya berasal dari wilayah timor negeri itu. 591 prajurit dari wilayah barat dipecat pada bulan lalu setelah mereka meninggalkan markas di luar cuti, menuduh para komandan mereka mengistimewakan prajurit dari wilayah timur].

Keesokan harinya, Suara Timor Lorosa’e (STL), koran nasional terbitan Dili yang bertiras tidak lebih dari 1000 eksemplar, menulis dua berita pada halaman utama dalam bahasa Tetun dan Indonesia, Demo Petisionariu Lao Ho Diak (Demo Petisioner Berjalan Baik) dan Keributan Warnai Aksi Demo F-FDTL ‘Petisi’.

Proses pengemasan pesan (Framing of political messages) yang dilakukan STL menunjukkan kecerobohan redaksional yang fatal sehingga kedua berita yang mereka produksi menjadi kontradiktif dan sebagai berita sama sekali tidak bisa dipercaya. Pada satu berita Demo Petisioner Berjalan Baik, sementara pada kolom di bawahnya Keributan Warnai Aksi Demo F-FDTL.

Pada kasus laporan Eric Campbell, publik di Australia digiring pada satu ‘rekayasa’ peristiwa politik bahwa di Dili sedang terjadi satu kekacauan yang luar biasa, yang Campbell laporkan sebagai bentrokan etnik (ethnic clash) yang keras.

Pada hari pertama demontrasi tentara petisioner F-FDTL, saya meliput peristiwa tersebut bersama puluhan jurnalis lokal dan internasional. Memang terjadi keributan di sekitar Mercado Lama. Sekelompok orang yang berada di wilayah pasar melakukan pelemparan ke arah demonstran. Peristiwa ini terjadi disebabkan reaksi spontan karena ungkapan-ungkapan simpatisan demonstran tidak bisa mereka terima, seperti yang diyakini banyak jurnalis yang berada di lokasi kejadian. Kemungkinan lainnya, pelemparan itu merupakan satu rekayasa agar terjadi benturan etnik. Dan Jika asumsi kedua ini yang benar, maka peristiwa pelemparan itu sudah menjadi agenda politik terselubung yang ingin membenturkan masyarakat bawah Timor-Leste.

Menjelang pertengahan April di Dili beredar rumor lewat mulut ke mulut, melalui SMS ataupun telepon selular yang isinya memecah-belah masyarakat Timor-Leste ke dalam dua kubu: lorosa’e (bagian timur) versus loromonu (bagian barat). Menurut rumor tesebut, perpecahan ini akan memicu terjadinya perang saudara. Bermula dari rumor yang tidak jelas asal-usulnya ini, penduduk Dili pun mulai melakukan eksodus dengan mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap aman ataupun kembali ke kampung halaman di distrik asal masing-masing.

Pada bulan Februari, sebelum presiden Xanana Gusmão melakukan lawatannya ke Portugal, tentara petisioner F-FDTL melakukan aksi protes ke Palácio das Cinzas menuntut penyelesaian masalah diskriminasi yang mereka persoalkan. Selain ke Presiden dan Parlemen Nasional, mereka juga mengirimkan tembusan tuntutan mereka ke keduataan-kedutaan asing di Timor Leste. Presiden Xanana meminta mereka kembali ke markas dan menyelesaikan persoalan ini dalam institusi F-FDTL. Bulan Maret, Panglima F-FDTL Brigadir Jenderal Taur Matan Ruak mengumumkan pemecatan 591 anggota F-FDTL dengan alasan indisipliner meninggalkan markas. Pemecatan itu diumumkan menjelang kepulangan presiden Xanana Gusmão ke Timor-Leste.

Melalui pidato kenegaraan yang disiarkan Radio no Televisaun Timor-Leste (RTTL), presiden Xanana menilai keputusan markas F-FDTL tidak adil, namun sebagai kepala negara, presiden menerima keputusan tersebut. Dalam pidatonya presiden Xanana juga mengatakan bahwa Panglima F-FDTL mengatakan, “Kalau perang, ya perang.” Tidak jelas kapan dan dalam konteks apa ucapan itu disampaikan. Presiden juga menyebut adanya anggapan dalam F-FDTL bahwa orang loromonu tidak berjuang dan loromono itu adalah 10 distrik, mulai Manatuto sampai Oecusse. Mulai saat itulah, persoalan diskriminasi dalam insititusi militer yang diangkat petiosioner ini berkembang menjadi desas-desus akan pecahnya perang saudara: tiga distrik di timur (Lospalos, Viqueque, dan Baucau) melawan sepuluh distrik lainnya. Dan berbagai rumor pun mulai berkembang di kalangan luas. Tetapi tidak terjadi perang saudara di Timor Leste. Pro-kontra mengenai pemecatan anggota F-FDTL tersebut terus berkembang.

Para tentara petisioner, di bawah pimpinan Gastão Salsinha, selanjutnya mengadakan demonstrasi dan rapat umum mulai 24 April menuntut agar Presiden Xanana membentuk satu komisi untuk menyelidiki diskriminasi dalam F-FDTL. Pada hari keempat, 28 April, demonstrasi yang semula damai berakhir dengan kekerasan. Menurut versi pemerintah 4 orang sipil meninggal, terjadi pembakaran rumah-rumah penduduk dan sejumlah kios, di Taci Tolu dan pasar Taibesi. Aksi lanjutan pada 8 Mei yang lalu berlangsung distrik Ermera dengan menewaskan satu anggota polisi dari kesatuan UIR (Unit Gerak Cepat). Selain menuntut pemerintah menyelesaikan persoalan tentara petisioner F-FDTL secepatnya, mereka juga menyerukan pomboikotan administrasi pemerintahan lokal di sepuluh distrik Timor-Leste. Dan aksi pemboikotan yang ingin melumpuhkan pemerintahan Mari Alkatiri itu tidak direspon masyarakat.

Pada edisi Selasa 9 Mei 2006, harian Kompas, satu rezim media yang punya pengaruh besar di Indonesia, memuat satu artikel Timor-Leste dan "Negara Gagal" yang ditulis Baiq LSW Wardhani, seorang staf pengajar Political Affairs di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya. Sekali lagi, secara ceroboh STL mempublikasikan kembali artikel ini dalam kolom opini mereka melalui ‘keajaibain’ teknologi download internet. Opini tersebut merupakan satu penyikapan intelektual yang bias dan berusaha menggiring opini di Indonesia bahwa peristiwa politik aktual di Timor-Leste sedang mengarah pada kegagalan sebuah negara (failed state/disrupted state). Konyolnya, STL memuat kembali tulisan yang bias dan tidak akurat dari luar negeri mengenai negerinya sendiri.

Wardhani menggunakan indikator “kekacauan” politik di Timor-Leste dengan berargumen “jika kekacauan politik ini terjadi secara terus-menerus, maka akan terjadi fragmentasi elit politik yang menimbulkan ketidakmampuan satu negara untuk mengatasi konfliknya sehingga mengundang intervensi pihak asing.” Dalam pemaparannya Wardhani menyalahkan sikap asing, khususnya sikap mendua Australia yang dia istilahkan sebagai “dokter” yang tidak bertanggungjawab yang membidani kelahiran negara baru ini. Di satu sisi Australia mencoba jadi dewa penolong dan di sisi lain secara serakah ingin menguasai kekayaan Timor-Leste di Celah Timor, demikian tuduh Wardhani.

Argumen ini menunjukkan ketidaktahuan penulisnya pada situasi politik aktual di Timor-Leste ketika menjalani transisi menuju negara merdeka dan sesudahnya. Atau bisa jadi argumen ini juga bersumber dari rumor dan desas desus yang beredar di media massa baik di Timor-Leste ataupun media luar khususnya di Australia dan Indonesia. Saya sendiri curiga, argumen ini merupakan kekecewaan kaum ‘nasionalis’ di Indonesia yang menyesalkan “berpisahnya” Timor-Leste dari Republik Indonesia. Apakah STL juga menyesalkan perpisahan ini?

Jika kita melihat berbagai faktor peristiwa politik di Timor-Leste untuk memulai diskusi tentang negara gagal (failed state/disrupted state), faktor-faktor yang mendukungnya belum ada sehingga menjadikan diskusi ini tidak relevan. Karena kategori-kategori negara gagal (satu teori yang sangat pro-pasar), tidak terjadi pada politik aktual di Timor-Leste. Selain instabilitas politik melalui konflik parmanen antar kelompok-kelompok politik, etnis, agama, dan ras yang terjadi di sebuah negara, indikator terpenting yang menjurus pada gagalnya sebuah negara adalah proses pemiskinan sistematis. Dari berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah Timor-Leste dalam program pembangunannya, belum menunjukkan ketidakmampuan negara untuk menyediakan pelayanan publik. Jadi maklum saja, jika analisis Wardhani tersebut hanya berdasarkan rumor yang berkembang di media massa.

Ketika kerusuhan mulai berlangsung, 28 April, dengan pembakaran sejumlah kenderaan di depan Palácio do Governo, ada satu peristiwa penting yang nyaris luput dari perhatian media massa: presiden Xanana Gusmão dan Perdana Menteri Alkatiri sedang berada di Hotel Timor mengikuti seminar yang diselenggarakan Forum Empresario Timor-Leste (Forum Pengusaha Timor-Leste). Satu forum pengusaha yang didukung oleh badan bantuan pembangunan pemerintah Amerika Serikat, USAID melalui program Dezemvolve Setor Privada (Pengembangan Sektor Swasta).

Di tengah ‘krisis’ yang dihadapi pemerintah Mari Alkatiri, pada tanggal 8 Mei, Menteri Pembangunan dan Perekonomian Abel Ximenes (Larissina) mengundurkan diri. Meskipun sebagian kalangan melihat adanya perbedaan Abel Larissina dengan Mari Alkatiri mengenai arah negara ini, Abel membantah hal ini. Abel Larissina hanya mengatakan bahwa dia akan kembali ke Fretilin untuk memperkuat partai dan sebagai pengusaha akan mengembangkan penguatan sektor swasta.

Dalam minggu ini, 16-19 Mei, Fretilin akan melangsungkan Kongres Nasional II. Abel Larissina dan kelompoknya merupakan satu kekuatan yang berpengaruh pada kongres yang akan memilih dan menetapkan kembali presiden dan sekretaris jenderal Fretilin, yang saat ini dijabat Lu Olo-Mari Alkatiri.

Sebagai negara baru Timor-Leste dibentuk dengan melibatkan campur tangan negara-negara asing dan menyisakan berbagai persoalan yang menuntut untuk segera diselesaikan. Perdebatan politik dalam pembentukan institusi-instiusi negara mengalami ‘kemandegan’ dan Timor-Leste ‘dipaksa’ untuk menerima berbagai kebijakan yang kemudian menimbulkan permasalahan. Sementara itu, proses rekonsiliasi yang berlangsung juga tidak menjawab tuntutan keadilan yang diperjuangkan banyak kalangan.

Satu warisan PBB yang cukup bermasalah adalah pembentukan institusi angkatan bersenjata F-FDTL. PBB membentuk angkatan bersenjata Timor-Leste mengacu pada satu studi yang dilakukan oleh King’s College (Inggris) pada bulan Mei 2000 dan melalui Regulasi United Nation Transition Adminstration in East Timor (UNTAET) No. 1 tahun 2001 (UNTAET/REG/2001/1). Institusi F-FDTL dibentuk melalui persetujuan dari National Council (Dewan Nasional) yang saat itu dikepalai oleh Xanana Gusmão.

Proses rekrutmen dan pemberian pangkat mengakibatkan kekecewaan di berbagai kalangan yang menganggap proses tersebut tidak adil (Buletin La’o Hamutuk, Vol. 6 No. 1-2 April 2005). Transformasi Falintil sebagai tentara pembebasan nasional menjadi tentara reguler menghancurkan relasi yang berlangsung selama masa perjuangan. Hubungan antara gerilyawan bersenjata dengan rakyat yang selama ini didentikan dengan ikan dan air. Hubungan fundamental semacam ini tidak dianggap penting dalam proses pembentukan institusi F-FDTL.

Rekrutmen ini merugikan banyak gerilyawan yang sudah bertahun-tahun berpartisipasi dalam perjuangan bersenjata, tetapi tidak lulus dalam ujian masuk F-FDTL karena prasyarat kesehatan dan tinggi badan. Masalah lain adalah kepangkatan. Ada komandan di hutan yang dalam F-FDTL mendapatkan pangkat serdadu biasa, sementara pemuda yang selama ini membantunya sebagai estafeta malah berpangkat kapten. Entah karena alasan tingkat pendidikan atau sebab lainnya, yang tidak terkait dengan perjuangan Falintil sebelumnya.

Pada perekrutan tahap awal, F-FDTL merekrut 600 orang dari satuan-satuan gerilyawan Falintil. Mantan-mantan gerilyawan Falintil yang tidak masuk dalam daftar perekrutan diintegrasikan ke dalam masyarakat melalui satu Program Reintegration yang dikelola oleh IOM (International Organization of Migration) dan didanai Bank Dunia.

Proses reintegrasi ini juga mengakibatkan persoalan yang semakin pelik. Sebelum dikembalikan pada masyakarat, mantan-mantan gerilyawan Falintil dibekali dengan kursus-kursus kilat dan diberi bantuan dana untuk berdikari membuka usaha kecil. Banyak dari usaha-usaha kecil yang tidak bisa berjalan karena kemampuan managemen usaha sangat terbatas. Bisa jadi juga karena kesaharian mereka ketika masih bergerilya di hutan terbiasa dengan urusan-urusan strategi peperangan. Mari Alkatiri sendiri, pada program Visaun Governu di RTTL, diawal bulan ini, mengungkapkan ketidaksetujuannya pada proses yang berlangsung ketika itu.
Sementara itu, program pelatihan dan pendidikan di F-FDTL diserahkan pada negara-negara asing terutama dari Australia dan Portugal yang bersedia memberi dana dan juga mendatangkan pelatih-pelatih militer.

Jika kita melihat dari proses pembentukan institusi F-FDTL yang bermasalah ini, tuntutan 591 anggota F-FDTL petisioner yang mengangkat persoalan diskriminasi memang ada dasarnya. Namun diskriminasi yang dipersoalkan dengan mengangkat isu regionalisme, tentara wilayah timur versus tentara wilayah barat sepertinya tidak tepat dan salah sasaran. Kenyataannya, dari proses pembentukan institusi ini banyak bekas-bekas gerilwayan yang memilih mundur dan kembali ke masyarakat menjadi orang sipil karena ketidaksenangan mereka pada proses ini ataupun karena pilihan mereka sendiri. Mantan-mantan gerilyawan Falintil ini bisa berasal dari wilayah barat maupun wilayah timur, seperti eks Comandante Samba 9, Secretário Renan Selac, Comandante Ernesto Dudu, Comandante Eli Foho Rai Boot, dan lain sebagainya.

Jika persoalan warisan PBB maupun persoalan-persoalan sejarah yang belum diselasaikan ini hanya semata-mata ditimpakan pada pemerintahan Mari Alkatiri, ini tidak ada dasarnya. Pandangan yang salah sasaran inilah yang sering diekspos pada media massa Timor Leste dan Australia yang memandang pemerintah Mari Alkatiri sebagai segala sumber persoalan. Media massa tidak melihat bahwa Alkatiri justru berusaha meminimalkan atau bahkan menyingkirkan kekuatan-kekuatan asing yang selama ini mendominasi pembuatan keputusan di Timor-Leste.

Di tengah berbagai kritik yang ditujukan pada pemerintah Alkatiri, baik dari kamarada-kamaradanya di Fretilin maupun dari barisan oposisi, sejauh ini kita belum melihat satu visi dan satu model ‘alternatif’ bagi pembangunan negara baru ini. Serangan-serangan yang ditujukan pada Mari Alkatiri cenderung karena kekecewaan dan tidak terakomodirnya kepentingan kelas borjuis Timor-Leste. Lebih parah lagi, ada kalangan yang mempersoalkan kewarganegaraan, ras dan agamanya yang islam.

Sistem demokrasi liberal yang dipromosikan PBB secara otomatis menjadikan partai-partai politik menjadi mesin elektoral. Partai sebagai mesin elektoral, dalam hal ini Fretilin, akhirnya juga terjebak dalam model demokrasi yang meminggirkan partisipasi rakyat.

Pada tahun 1975 Fretilin mengintegrasikan perjuangan pembebasan nasional dengan cita-cita pembebasan rakyat melalui program koperasi, pemberantasan buta huruf dan pengembangan kebudayaan nasional. Saat itu Fretilin menjadi satu kekuatan politik rakyat dengan visi yang jelas tentang masa depan Timor-Leste yang merdeka. Sayangnya, ide-ide popular yang berkembang di tahun 1970-an ini dianggap banyak kalangan di Fretilin sebagai ide yang sudah usang. Hanya sebagian kecil elit Fretilin yang terus ingin mengembangkanya, salah satunya adalah Mari Alkatiri.

Berbagai kelemahan yang dihadapi Fretilin dan gempuran berbagai kepentingan asing, Mari Alkatiri mencoba mencari satu jalan ‘alternatif’ bagi pembangunan Timor-Leste. Memang tidak ada ruang politik untuk mengikuti jalan Venezuela, Brazil atau Bolivia. Namun belajar dari kegagalan negara-negara lain, termasuk Indonesia, Mari Alkatiri tidak menjerumuskan Timor-Leste dengan menghutang pada Bank Dunia dan IMF. Kebijakan ini bukan hanya ditentang oleh barisan oposisi yang pro-pasar, namun juga oleh kamarada-kamarada di Fretilin. Saat ini sebagian besar dari elit Fretilin menduduki posisi-posisi penting di kabinet Mari Alkatiri, salah satunya adalah Abel Ximenes Larissina yang kemudian mengundurkan diri.

Tiga sektor prioritas pembangunan pamerintah Alkatiri yakni sektor pendidikan, pertanian, dan kesehatan juga menjadi sasaran kritik lainya. Kebijakan kerjasama bilateral dengan pemerintah Kuba dan Cina sering dipersoalkan. Mari Alkatiri dituding ingin menggiring negara baru ini mendekati Cina dan Kuba yang ‘komunis.’

Melalui Departemen Kesehatan dan Pendidikan Timor-Leste, pemerintah mengirimkan ratusan pelajar untuk belajar kedokteran ke Kuba dan secara voluntir pemerintah Kuba mendatangkan dokter-dokter ke Timor-Leste untuk membantu pelayanan kesehatan pada klinik-klinik yang tersebar luas di tiga belas distrik.

Pada sektor pendidikan non-formal, untuk mengatasi 50% lebih masyarakat Timor-Leste yang masih buta huruf, saat ini pemerintah menjalankan satu program pemberantasan buta huruf. Pemerintah Kuba mendatangkan pelatih-pelatih pendidikan popular yang akan bekerjasama dengan tenaga-tenaga pengajar di komunitas.

Tentu saja suara-suara miring yang ditujukan barisan oposisi pada Mari Alkatiri didukung dan diperkuat melalui peran politik media. Mengamati standar pemberitaan media yang liberal sekalipun, pemberitaan media massa di Timor Leste terhadap Mari Alkatiri dan kebijakannya cukup mengkhawatirkan.

Kritik yang dialamatkan pada Mari Alkatiri—‘yang ingin menggiring Timor Leste mendekati Kuba dan Cina’—melalui pemberitaan media massa, tidak satupun yang dikonfirmasikan pada pihak-pihak yang bersangkutan. Misalnya, dalam menulis mengenai rendahnya mutu pelayanan dokter Kuba, surat kabar tidak mewawancarai pasien yang pernah dirawat para dokter Kuba apalagi mewawancarai dokter-dokter itu sendiri.

Selain kerjasama bilateral dengan Kuba dan Cina, sebenarnya pemerintah Timor-Leste juga menerima berbagai macam bentuk bantuan dari negara-negara Barat. Pada sektor peradilan dan pendidikan, pemerintah Australia, Amerika dan Portugal juga memberikan bantuan dana. Badan-badan dana pemerintah negara Barat juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa-mahasiswa Timor-Leste. Tapi kalau kita bandingkan, beasiswa dari negara-negara Barat itu biasanya diberikan kepada para mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang-bidang yang kurang bermanfaat bagi rakyat dan kebanyakan lulusannya bukan bekerja untuk rakyat tetapi untuk lembaga-lembaga internasional yang ada di Timor-Leste.

Sekelompok aktivis yang terdiri dari mahasiswa dan pekerja NGO Dili, yang dikenal dengan Kelompok Farol yang secara ide dan pemikiran sering ‘dicap’ dekat Mari Alkatiri, melihat pertarungan politik yang terjadi saat ini mengarah pada konsolidasi elit borjuis untuk menyingkirkan Mari Alkatiri. Baik pada pertarungan internal Fretilin maupun pada pemilu 2007 yang akan datang. Pendapat ini mengemuka pada satu diskusi hari Sabtu, 13 Mei lalu, yang berlangsung di Institutu Edukasaun Popular untuk membahas perkembangan politik terakhir di Timor-Leste.

Tidak semua kebijakan Mari Alkatiri didukung Kelompok Farol. Regulasi yang mengatur keimigrasian dan undang-undang defamasi meresahkan kalangan aktivis ini. Namun jika kita melihat kebijakan pengelolaan kekayaan Timor-Leste yang diperoleh dari pendapatan minyak dan gas di Celah Timor, pendapat kaum aktivis ini memiliki dasar argumen yang kuat.

Dalam regulasi Undang-Undang Perminyakan, pemerintah Alkatiri mencoba mengatasi ‘malapetaka kekayaan sumberdaya’ yang sering dihadapi negara-negara yang kaya akan sumber daya minyak namun mengalami kemiskinan parmanen dengan membentuk satu insitusi Petroleum Fund. Satu institusi yang akan mengelola kekayaan negara ini dipromosikan sebagai “Norwegia Plus”.

Melalui Petroleum Fund, 90 % kekayaan negara yang diperoleh dari minyak dan gas akan diinvestasikan ke dalam obligasi untuk kepentingan jangka panjang. Obligasi ini bertujuan menghindari berbagai permasalahan yang umum dihadapi negara-negara yang kaya minyak dan gas namun mengalami inflasi ekonomi domestik yang memperlemah kompentisi mereka untuk memperbaiki kembali pendapatan negara mereka.

Pendapatan yang ada pada Petroleum Fund akan dimasukkan secara langsung ke dalam satu rekening yang akan dikontrol oleh BPA (Otoritas Perbankan dan Pembayaran). Untuk penggunaan dana tersebut diperlukan persetujuan dari Parlemen Nasional dan harus melalui satu deklarasi dari tim auditor independen.

Selain managemen kekayaan minyak dan gas yang diperoleh dari pendapatan hasil kerjasama pemerintah Australia dan Timor Leste, pemerintah Alkatiri juga berencana mendirikan satu perusahan negara yang akan bekerjasama dengan Cina, Malaysia, dan Brazil. Perusahan ini dipersiapkan agar Timor-Leste mendapatkan haknya yang lebih besar dari ladang-ladang minyak yang saat ini masih disengketaan dengan Australia.

Saat ini Timor-Leste menjadi salah satu negara miskin di dunia yang tidak memiliki hutang. 10 % yang terdapat dalam Petroleum Fund akan digunakan untuk pengembangan program pendidikan, kesehatan dan pertanian dalam bentuk investasi sektor publik.

Pelayanan kesehatan di Timor-Leste adalah gratis, demikian halnya dengan biaya pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Kebijakan pendidikan ini akan diterapkan mulai bulan Juli mendatang.

Untuk mengimplementasikan program-program pembangunan, pemerintah Alkatiri sedang mempersiapkan satu model kerjasama baru yang melibatkan sektor-sektor masyarakat (pemerintah lokal, gereja dan masyarakat sipil) melalui New Partnership Program.

Dari sisi lain, kelompok borjuis yang kini melakukan konsolidasi politik, yang selama proses transisi berlangsung paling diuntungkan melalui pengelolaan dana-dana bantuan lewat Bank Dunia dengan pemberian tender-tender pada sektor swasta, menginginkan hal yang lain. Dan tentu saja dengan berbagai kebijakan di atas kepentingan mereka tergangu. Sungguh, sebuah pertarungan yang mengkhawatirkan!


56 Komentar so far
Tinggalkan komentar

ekspresi dari diri yang menuntut akan suatu kebenaran dan dedikasi yang besar dimana menginginkan suatu solusi yang bisa diterima bersama !!

Komentar oleh tista

ini adalah tulisan yang ssangat memuaskan
memang masalh yang terjadi di timor sesuai dnga apa yang tercetak didalam ini

Komentar oleh demoflilo

Saya suka baca tulisan anda, tetapi terkadang unsur subyektifitas terlalu menonjol bahkan terkesan bernada emosi. Timor leste adalah negara gagal? memang itu masih menjadi kontroversi. tetapi coba kita telaah lebih jauh lagi mengenai indikasi sebuah negara dikatakan failed state. Anda mengatakan bahwa yang terjadi sebenarnya adalah proses pemiskinan sistematis, okelah kalo memang itu terjadi, berarti sudah jelas bahwa negara tersebut sedang diambang failed state bukan? elit yang ada dapat dipecah sedemikian rupa sehingga komunikasi politik tidak berjalan secara baik, bukankah ini bisa dikatakan adanya fragmentasi dikalangan elit? kemudian munculnya tentara asing, ini bukti nyata timor leste belum mampu menjadi negara yang mandiri. ingat kasus Gringo di Filipina, dalam penyelesaiannya tidak mengundang pihak asing, memang kasus yang terjadi tidak identik dengan timor leste, tetapi efeknya hampir sama, berhasil meng-fragment kalangan elit sampai ke bawah dan ini bagi stabilitas nasional berbahaya bukan? menurut saya untuk mengkajinya, harus lebih ditekankan pada proses dan arah/muara situasi yang ada, bukan hanya apa yang terjadi saat ini. untuk kasus Timor leste saya juga belum setuju dikatakan sebagai Failed state, saya lebih sreg diambang failed state. salam kenal.

Komentar oleh arie

masalah timor leste timbul karena pergantian generasi tidak jalan,pemerintahan dipimpin org2 tua,Xanana sudah kakek2,begitu juga alkatiri mereka bukan mewakili generasi penerus timor leste.
mereka umumnya kaum peranakan portugis yg tidak mewakili golongan muda timor leste.
generasi muda timor leste(umur max 40 thunan ,pribumi, yg berpendidikan harus tampil kedepan.
Viva timor leste

Komentar oleh li Cengsuwi

thanks buat komentarmu pada artikelku yang terbit tahun yang lalu. argumenmu tentang generasi tua dan muda timor kok rada berbau orde baru? yang cina, yang pribumi, yang arab, yang asli, yang tdk asli…

hm… orde baru sekali. kenyataannya… generasi peranakan dan yang dianggap pribumi di timor-leste sederjat dan sama-sama kasih kontribusi buat kemerdekaan negri itu. biarpun alkatiri keturunan arab, aku lebih menghormatinya drpd pribumi macam chico lopez yang kerjasama dengan muradani yang katolik untuk menginvasi dan membunuh rakyat negeri itu.

bukan salah xanana atau alkatiri jika regenerasi tdk terjadi.. ini kesalahan semua… juga kesalahan genarasi muda yang bebal kayak lasama dan orang-orang pd yang pro australia itu!

Xananana dan alkatiri memainkan perannya… dan Xanana tentu saja, seorang yang licik! ular berkepala 3

Komentar oleh Rahung Nasution

Bagus sekali artikel anda apalagi JUDULNYA, namun sayang anda tidak menulis tentang latar belakang munculnya PETISONER. Mengapa???? Barangkali anda perlu tahu bahwa PETISIONER dan Mayor Alfredo muncul karena hanya meminta pengakuan rakyat Timor Leste dimana, saat Itu LOROSAE dan LOROMONU muncul karena saling menuding bahwa siapa yang paling berjasa dalam mengusir Indonesia dari tanah air Timor Leste??? LOROSAE dan LOROMONU tidak mau kalah mereka masing2 mengatakan dirinya yang paling berjasa dalam mengusir INDONESIA…

trims

Komentar oleh Antonio

It’s difficult to find educated people for this subject, but you sound like you know what you’re talking
about! Thanks

Komentar oleh Immigration Advice in Tottenham

Excellent post. I am going through a few of these issues as well.
.

Komentar oleh weight loss natural Hormone replacement

naturally like your website but you have to check the spelling
on quite a few of your posts. Several of them are rife with spelling issues
and I find it very bothersome to tell the truth nevertheless I’ll definitely come back again.

Komentar oleh Immigration Advicers Romford

Your style is very unique in comparison to other folks I have read stuff from.

I appreciate you for posting when you’ve got the opportunity, Guess I will just bookmark this blog.

Komentar oleh Immigration Solicitors in Hillingdon

Wanted post. I will definitely comeback. I loved around you’ll receive performed below.

Komentar oleh Horace

Howdy! I could have sworn I’ve been to this site before but after going through some of the articles I realized it’s new to me.
Regardless, I’m certainly pleased I came across it and I’ll
be book-marking it and checking back frequently!

Komentar oleh secured Loans bad Credit

Howdy great blog! Does running a blog such as this take a
large amount of work? I’ve virtually no understanding of computer programming but I was hoping to start my own blog in the near future. Anyways, if you have any recommendations or tips for new blog owners please share. I know this is off subject nevertheless I simply wanted to ask. Thanks a lot!

Komentar oleh Loan Broker

I comment whenever I like a article on a site or I have something to add
to the conversation. Usually it is a result of the passion displayed in the article I read.
And on this article Failed State dan Kebangkitan Borjuasi Timor-Leste | maubere digital army.
I was excited enough to drop a thought😉 I actually do have
2 questions for you if it’s allright. Is it just me or do some of these remarks come across like they are written by brain dead people?😛 And, if you are posting at other places, I’d like
to follow you. Could you make a list every one of your community pages like your twitter feed, Facebook page or linkedin profile?

Komentar oleh best rate loans

I think this article has some of the most helpful info i’ve seen on the issue. And i am glad reading your article. But want to remark on few general things, The website style is great, the articles is really great : D. Good job, cheers

Komentar oleh Meredith

Hi there, just became alert to your blog through Google, and found that it is truly informative.

I am gonna watch out for brussels. I’ll appreciate if you continue this in future. Many people will be benefited from your writing. Cheers!

Komentar oleh best loan deal

Hello there, just became aware of your blog through Google,
and found that it is truly informative. I am going to
watch out for brussels. I’ll be grateful if you continue this in future. Numerous people will be benefited from your writing. Cheers!

Komentar oleh Best loan deal

Excellent site. A lot of useful info here. I am sending it to a
few pals ans additionally sharing in delicious. And obviously, thank you for your sweat!

Komentar oleh Selene

Remarkable issues here. I am very satisfied to see your post.

Thanks a lot and I’m taking a look ahead to touch you. Will you please drop me a e-mail?

Komentar oleh Francine

I am extremely impressed together with your writing talents and also with
the format for your blog. Is this a paid subject or did you modify it your
self? Either way keep up the nice high quality writing,
it’s uncommon to see a great web-site like this one these days..

Komentar oleh compare best loans

Right away I am going to do my breakfast, afterward having my breakfast coming over
again to read further news.

Komentar oleh best rate loans

Hiya! Quick question that’s totally off topic. Do you know how to make your site mobile friendly? My website looks weird when browsing from my apple iphone. I’m trying
to find a theme or plugin that might be able to resolve this
issue. If you have any recommendations, please share.
With thanks!

Komentar oleh the best loan deals

Having read this I believed it was extremely informative.
I appreciate you finding the time and effort to put
this informative article together. I once again find
myself personally spending way too much time both reading and posting comments.

But so what, it was still worth it!

Komentar oleh best buy loans

I enjoy, lead to I found exactly what I was looking for.

You have ended my four day lengthy hunt! God Bless you man.
Have a nice day. Bye

Komentar oleh Best loan deal

Well with your permission allow me to seize your feed to keep current with future post.
With thanks many and make sure you proceed the gratifying work.

Komentar oleh Fred

I’m extremely impressed as well as your writing skills and in addition while using the layout to your blog-. Are these claims a paid subject material or can you modify it by yourself? No matter what stay along the nice quality writing, it’s rare to check
a nice blog exactly like it today..

Komentar oleh Henry

Thanks for your personal marvelous posting! I seriously enjoyed reading it,
you will be a great author.I will always bookmark your blog and definitely will come back at some point.

I want to encourage you to ultimately continue your great writing, have a nice holiday weekend!

Komentar oleh best loan

Now then, now then.I’ve been trying to find things to improve my website!I suppose its ok to use a few of your ideas!!

Komentar oleh Best secured loans

Utterly composed written content, thanks for selective information.

Komentar oleh Reed

What’s Taking place i am new to this, I stumbled upon this I’ve found It absolutely useful and it has aided
me out loads. I hope to give a contribution & assist other customers like its aided me.
Good job.

Komentar oleh Best Tenant Loans

I personally didn’t spend much time doing this myself, but I can tell it’s obviously worth trying.

Komentar oleh Everett

bbq time / beer time is closing in. If I can just
read all this article in the next 15 minutes I’ll be able to unwind.

Komentar oleh Kevin

Its like you learn my thoughts! You appear to know so much approximately this, such as you wrote the guide in it or something.
I think that you simply could do with some % to force the message home a bit, but instead of that, that is Amazing blog. An excellent read. I will definitely be back.

Komentar oleh Fast Cash Loans With No Credit Check

Sweet blog! I found it while surfing around on Yahoo News.
Do you have any suggestions on how to get listed in Yahoo
News? I’ve been trying for a while but I never seem to get there! Thank you

Komentar oleh http://cheappersonalloans.me.uk

What’s Happening i am new to this, I stumbled upon this I have discovered It absolutely useful and it has aided me out loads. I am hoping to contribute & help other customers like its aided me. Great job.

Komentar oleh Wallard.Publr.com

The last time I wandered across a site this readable it
cost me a few grades in my A-levels i’m sure, I spent that long on it.

Komentar oleh Boyd

I’m sure I’ve seen a video linked to on here, with some good points covering
this. I can’t seem to see the link though.

Komentar oleh best unsecured loans for bad credit

Off for a scan on my finger soon, can ardly type with this
break. Rly hard typing with a fractured finger!?.

Komentar oleh Best payday loans

I’m sure there was a video put on here, with some good points on this. I can’t see the link.

Komentar oleh best payday loans

I am starting a online website directory and was wanting to know
if I can submit your blog? I’m hoping to mature my directory slowly by hand so that it retains top quality. I will make sure and put your blog in the appropriate category and I’ll also use, “Failed State dan Kebangkitan Borjuasi Timor-Leste | maubere digital army” as your anchor text.
Please let me know if this is acceptable with you by e-mailing me at: wade-randolph@t-online.
de. Thank you

Komentar oleh Beach Models

Please let me know if you’re looking for a writer for your blog. You have some really good articles and I feel I would be a good asset. If you ever want to take some of the load off, I’d absolutely
love to write some articles for your blog in exchange for a link back to mine.

Please send me an email if interested. Thank you!

Komentar oleh Breasts Image samples

Heya! It seems as though we both have a passion for the same thing.
Your blog, “Failed State dan Kebangkitan Borjuasi Timor-Leste | maubere digital army”
and mine are very similar. Have you ever thought of authoring a
guest write-up for a related blog? It will surely help gain exposure to your website (my website recieves a
lot of visitors). If you’re interested, contact me at: susie.royal@gmail.com. Thank you so much

Komentar oleh Handsome Boobies

First of all I would like to say wonderful blog! I had a quick question
in which I’d like to ask if you do not mind. I was curious to find out how you center yourself and clear your thoughts prior to writing. I have had a difficult time clearing my mind in getting my thoughts out. I truly do enjoy writing however it just seems like the first 10 to 15 minutes are generally wasted just trying to figure out how to begin. Any suggestions or tips? Thanks!

Komentar oleh Lace Babydoll

I own a brand new tai-chi studio in the East.
Believe this or not, I do not possess a webpage yet. The issue is I’m not certain whether to settle for Blogger or Squidoo. I know that I would like more of a blog feel than a internet site feel, if that makes any sense. I want to be able to update my site with weblog posts. Would you be able to give a few pros and cons for going with either Blogger or Hubpages? I really need to come to a selection relatively swiftly on this issue, since it doesn’t make sense for me to have
this facility without having a web site. It would be kind if
you can provide me some suggestions. Please write to: roscoe-conners@yahoo.
de if you have some spare time. Thanks, and btw very good site,
i need my blog to be like the one you have one day!

Komentar oleh Roscoe

Howdy, i ‘m a blogger just like you, and was wondering if you by chance experimented with those addthis.com follow me buttons and if they will be any good. I realized they do load a lot of code, so now i’m uncertain
if its indeed worth adding it, due the raise
of KB of the total filesize. Have you ever tried it? I am very
interested to hear what you think about that? If you have some spare
time sent me a message to marilyn.mcgowan@web.

de if you have any working experience with those
addons. Thx .. btw, luv your blog ever since!

Komentar oleh Big busted Females

Hello there. I noticed your blog title, “Failed State dan Kebangkitan Borjuasi Timor-Leste | maubere digital army” does not
really reflect the content of your web site. When composing your site title,
do you think it’s most beneficial to write it for Website positioning or for your readers? This is something I’ve been struggling with due to
the fact I want good search rankings but at
the same time I want the best quality for my website
visitors.

Komentar oleh Teaseing Females

It’s hard to come by knowledgeable people on this topic, but you sound like you know what you’re
talking about! Thanks

Komentar oleh personal loan

I’ll right away snatch your rss feed as I can not in finding your e-mail
subscription hyperlink or e-newsletter service.
Do you’ve any? Please let me understand so that I may subscribe.
Thanks.

Komentar oleh breasts

Excellent blog post. I absolutely appreciate this website.

Keep writing!

Komentar oleh lesbo

Thanks for the auspicious writeup. It in truth was once a enjoyment account
it. Look complicated to far introduced agreeable from you!
However, how can we communicate?

Komentar oleh oral

Any big event can affect the market, but it may not affect your currency pair.
Of course, you cannot learn much in a place that is
filled with beginners. But I had to learn the hard way, that there is no “easy way out”.

Komentar oleh forex forum audi romania

Excellent beat ! I would like to apprentice whilst you amend your web site, how
could i subscribe for a blog web site? The account aided me a acceptable deal.
I had been a little bit familiar of this your broadcast provided shiny transparent idea

Komentar oleh directories

each time i used to read smaller posts which as
well clear their motive, and that is also happening with this post which I
am reading at this place.

Komentar oleh how to prepare for a job interview

Excellent web site you have here.. It’s hard to find
excellent writing like yours these days. I seriously appreciate people like you!
Take care!!

Komentar oleh stop snoring

Hello, after reading this awesome article i am as well delighted to share my familiarity here with mates.

Komentar oleh Just Living Better

Hi to all, the contents present at this site are actually remarkable
for people experience, well, keep up the nice work fellows.

Komentar oleh how to tell if My wife is cheating On me




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: